Perancangan Komunikasi Visual Sistem Informasi Transportasi di Jakarta

Tugas Akhir / Skripsi Desain Komunikasi Visual
Penulis: Aryanto
Jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Teknik
Universitas Bina Nusantara

Ringkasan

Dewasa ini tingkat pengemudi kendaraan pribadi kian meningkat, akibatnya tingkat kemacetan di jalanpun kian padat. Dengan naiknya BBM di Negara kita, belakangan ini beberapa masyarakat memutuskan untuk meninggalkan kendaraan pribadinya dan memilih transportasi umum dengan maksud untuk berhemat. Namun tidak semua masyarakat berpikiran demikian. Kurangnya sarana dan prasarana transportasi umum menyebabkan masyarakat enggan untuk menggunakan transportasi umum dan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi walaupun bahan bakar mesin (BBM) naik. Transportasi massal yang disediakan belum mampu menarik pemilik mobil ataupun motor untuk "turun" beralih menggunakan kendaraan umum sehingga semakin memperkeruh semrawutnya kemacetan lalu lintas yang hampir terjadi tidak saja di setiap sudut kota, tetapi hingga pinggiran kota.

Khususnya di Ibu kota Jakarta, jumlah jurusan transportasi umum kian di perbanyak, sehingga akan semakin di perlukannya sarana penyampaian informasi kemasyarakat mengenai sistem informasi transportasi umum tersebut. Maka dari itu peranan informasi transportasi adalah cara penyampaian informasi yang efektif untuk masyarakat.

Walaupun di tiap kendaraan umum tertulis jurusan-jurusan dimana kendaraan itu akan melintas. Namun tetap belum bisa dikatakan sempurna bila tidak didukung oleh sistem distribusi informasi seperti rute, denah, dan jadwalnya. Salah satu fakta mengatakan bahwa masyarakat enggan untuk berkendaraan umum dikarenakan mereka tidak mengetahui secara pasti informasi jalur-jalur kendaraan umum yang akan mereka naiki, terutama bagi masyarakat di luar Jakarta yang datang ke ibu kota.

Bagaimana masyarakat tahu kalau sumber informasinya tidak tersedia?. Bukankah ini sama saja dengan meningkatkan frekuensi penghentian kendaraan serta gilirannya bisa mempengaruhi atau menciptakan kemacetan. Bagi para pendatang sementara dari luar kota, kemungkinan itu lebih besar. Mereka hanya diberitahu, untuk pergi ke sana naik jurusan …, berhenti di ..., serta nyambung ke jurusan ..., akhirnya berhenti di ... Syukur-syukur tiba juga di tujuan. Celakanya bila tersesat karena mereka bingung akan berhenti di mana atau si sopir lupa menghentikan kendaraannya.

Saya memilih topik ini karena saya menilai bahwa transportasi di Jakarta semakin kompleks, apalagi dengan munculnya program pemerintah yaitu Pola Transportasi Makro mengakibatkan transportasi jakarta semakin padat dan diperlukannya sistem informasi yang efektif untuk menginformasikan transportasi di Jakarta pada tahun 2014. Melihat informasi transportasi di Jakarta saat ini sangat mengecewakan, saya ingin memperbaiki secara komunikasi visual mengenai sistem informasi transportasi Jakarta agar dapat dikomunikasikan dengan baik dan sebagai sumbangan bagi masyarakat kota Jakarta.

Referensi

James, H. (1996). A Manual for Building Designers and Managers. Barrier- Free Design, USA.
Joyce, R. (2002). Basic Design, USA
Kusbiantoro, H. (2005). Madison Evenue, Indonesia.
Adrian, F. (1998). Signs and Symbols. Watson-Guptill Publications, New York
Mitzi, S. (1991). Sign Design. Themes and Hudson Ltd., London.
David, J. (2004). About Face. Roto Vision, Switzerland.