Redesign Identitas Visual Tea Addict

Tugas Akhir / Skripsi Desain Komunikasi Visual
Penulis: Nadya Karina
Jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Teknik
Universitas Bina Nusantara

Ringkasan

Teh merupakan minuman yang sudah dikenal luas di Indonesia, di samping minuman kopi. Hampir semua penduduk Indonesia menggemari minuman teh dalam berbagai kesempatan. Di segala cuaca minuman teh cocok dalam bentuk hangat maupun dingin, karena rasanya yang nikmat dan menyegarkan tubuh. Berbeda dengan minuman kopi, selain kandungan kafein, minuman teh juga mengandung berbagai macam vitamin dan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh manusia. Bahkan pada awal ditemukannya, daun teh tidak diolah untuk menjadi minuman namun digunakan sebagai obat-obatan.

Tea Addict merupakan satu dari sedikit kafe yang mengkhususkan minuman teh sebagai produk yang ditawarkan. Kafe ini hadir sebagai alternatif dari warung kopi yang menjamur di Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis gaya hidup yang akhir-akhir ini mulai merambah di wilayah Jakarta, pada khususnya. Penelitian juga bertujuan untuk mengetahui seberapa minat orang Indonesia terhadap minuman teh. Selain itu juga untuk mengetahui apa konsep yang melatarbelakangi berdirinya Tea Addict.

Metode penelitian yang digunakan adalah dengan cara mendatangi perusahaan yang dimaksud, yaitu mendatangi Tea Addict secara langsung. Hal ini dilakukan penulis untuk merasakan secara langsung atmosfer apa yang ditawarkan oleh Tea Addict. Selain itu penulis juga melakukan wawancara dengan pihak yang berwenang dari perusahaan yang dituju. Wawancara dilakukan untuk lebih memperdalam pengetahuan mengenai perusahaan, mengenai produk yang ditawarkan perusahaan, dan mengetahui konsep yang dibawa oleh perusahaan. Penulis juga mencari data tambahan melalui buku-buku referensi dan data-data melalui internet.

Hasil yang dicapai adalah penulis mengerti dengan konsep yang ditawarkan perusahaan yang dituju, yaitu Tea Addict. Melihat konsep yang ditawarkan dan kondisi perusahaan saat ini, ternyata ada sedikit penyimpangan. Kontradiksi yang terjadi saat ini adalah konsep yang mengangkat gaya hidup sehat tidak sesuai dengan kondisi ruangan dari Tea Addict itu sendiri. Misalnya dengan tidak ada larangan untuk merokok. Bahkan tidak ada ruang pemisah antara yang merokok dan tidak merokok. Selain itu masih banyak item-item dari perusahaan yang tidak sintaktik dengan corporate identity-nya.

Simpulan yang bisa penulis ambil dari kasus ini adalah jenis produk yang ditawarkan oleh perusahaan adalah sesuatu yang menyehatkan, dan jasa yang ditawarkan juga dapat mengangkat gaya hidup sehat. Oleh karena itu tidak perlu takut untuk menegaskan konsep tersebut, sebab daerah tempat berdirinya Tea Addict sudah cukup mendukung, yaitu dekat dengan tempat gym, dan spa.

Referensi

Brand by Temporal. 2002. Corporate Identity, Brand Identity, and Brand Image, (Online). (http://www.brandingasia.com/columns/temporal10.htm)
Santoso, Prof. H. Sardjono O. 1994. Aspek Farmakologi Manfaat dan Mudarat Penggunaan Teh. Seminar Sehari tentang Memasyarakatkan Manfaat Sosial dan Kebiasaan Minum Teh, 6(2): 1-5.
Beng, Jap Tjiang, Dr. rer. Nat., Dr. phil., Apoteker. 1994. Manfaat Teh Ditinjau dari Sudut Farmakologi. Seminar Sehari tentang Memasyarakatkan Manfaat Sosial dan Kebiasaan Minum Teh, 6(2)
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia: Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka
Gautier, Lydia. 2006. Tea: Aromas and Flavors Around the World. Aubanel, Paris: Chronicle Books
Wikipedia. 2006. Tea, (Online). (http://id.wikipedia.org/wiki/Tea)
Wikipedia. 2006. Tea Culture, (Online). (http://id.wikipedia.org/wiki/Teaculture)
Wikipedia. 2007. Tea Room, (Online). (http://id.wikipedia.org/wiki/Tearoom)
Wikipedia. 2007. Kopi, (Online). (http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi)