Skripsi / Tugas Akhir Desain Komunikasi Visual
Penulis: Jimmy Lauwandy
Jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Teknik
Universitas Bina Nusantara
Ringkasan
Internet pada satu sisi dapat menjadi senjata ampuh dalam mencari informasi sekaligus sumber frustrasi dan pornografi. Tak perlu jauh-jauh, para pelajar dihadapkan pada dua pilihan ketika sedang online. Belajar atau memilih bermain dengan beribu macam permainan dan media komunikasi yang ada di internet. Beberapa orangtua yang kuatir mencoba menghindari dampak-dampak ini dengan mengharuskan anak untuk online di rumah. Namun tetap menghadapi masalah-masalah lain karena mereka tidak memiliki pengetahuan untuk melengkapi perangkat komputer mereka dengan piranti lunak pelindung seperti antivirus atau spam-killer, dll.
Teknologi selalu punya dua sisi. Disamping keunggulannya, internet juga memiliki kelemahan serta dampak negatif yang cukup mengkuatirkan. Contohnya saja ketika Patrick Berry, murid kelas empat sekolah dasar yang sedang ingin tahu tentang mumi, topik yang sedang hangat dibicarakan di sekolahnya. Maka dia pun mencari tahu tentang mumi di Internet melalui sebuah mesin pencari. Bayangkan, Patrick menemukan sekitar 3.180.000 hasil pencarian, dan banyak diantaranya tidak sesuai untuk umurnya karena bahasanya hanya sesuai untuk para ahli arkeologi atau profesor-profesor.
Karena berbagai alasan inilah Microsoft menciptakan seri Encarta Encyclopedia sejak tahun 1993 sampai sekarang. Microsoft Encarta menggabungkan konsep teknologi modern pada sesuatu yang sudah ada sejak lama. Didalamnya terdapat berlimpah informasi terarah yang sama seperti ensiklopedi pada umumnya namun disajikan dengan unsur multimedia untuk kecepatan serta katalis bagi penggunanya dalam mengerti konsep-konsep dan juga terdapat program yang terintegrasi dimana para pelajar dapat dipandu dalam membuat tugas-tugas sekolahnya mulai dari riset ilmiah, karya sastra, tugas makalah, dsb. Jadi Encarta tidak hanya memberi informasi tapi juga membantu membentuk pola pikir ilmiah. Selain itu Encarta juga merupakan sumber referensi yang jauh lebih aman karena tidak perlu terhubung dengan internet untuk menyajikan informasi. Hubungan ke dunia maya tetap dapat dilakukan bila pengguna merasa membutuhkan informasi yang lebih detail, namun Encarta hanya akan menghubungkan diri ke situs-situs rekomendasi yang dapat diandalkan. Encarta sangat membantu dalam menghilangkan penyalahgunaan internet oleh pelajar.
Di Indonesia produk Encarta ini tidak pernah terasa penyampaiannya. Belum ada iklan yang menceritakan keunggulan-keunggulan produk ini dan satu-satunya cara pembelian produk ini yang diketahui adalah melalui situs penjualan barang di Internet. Produk aslinya tidak pernah beredar di toko-toko dan dari riset lapangan diketahui bahwa produk ini harus dipesan oleh distributor khusus dan ditunggu pengirimannya dalam jangka waktu yang tidak tentu. Hal-hal seperti ini tentu mengurangi minat konsumen yang mengetahui manfaat Encarta entah dari sumber mana. Padahal pasar Indonesia
terbilang potensial.
TUJUAN PENELITIAN: Meningkatkan kesadaran masyarakat sasaran terhadap merek serta mendorong sikap positif terhadap
produk.
METODE PENELITIAN: Penelitian dilakukan dengan metode survei, wawancara serta pencarian informasi melalui Internet dan
penelitian pustaka.
HASIL YANG DICAPAI: Tumbuhnya kesadaran akan merek serta sikap positif terhadap produk seperti pembelian atau citra yang baik.
SIMPULAN: Microsoft Encarta adalah produk yang sangat berguna dalam pengembangan potensi dan pendidikan formal anak-anak usia sekolah, Perancangan visual dalam kampanye ini ditujukan untuk menyampaikan hal tersebut.
Referensi
Terence, A. S. (2003). Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Erlangga, Jakarta.
Whelan, B.M. (1997). Color Harmony 2, Rockport, Massachussets.
Rivers, C. (2004), Maximalism, The Graphic Design of Decadence and Excess, PageOne, Singapore.
Schiffman, L.G, Kanuk, L.L (2004), Consumer Behavior, Pearson Prentice Hall, USA.